Mama mempunyai impian—eh, bukan, bukan hanya Mama, tapi juga Papa; bisa
menumbuhkan bunga di halaman rumah. Dan, ketika itu terwujud, maka
mereka tak henti-henti bersujud.
Dipamerkannya bunga itu kepada tetangga sekitaran rumah. Diceritakannya
berulang-ulang perihal bunga yang indah itu.
“Sekarang, rumah kami tidak hanya memiliki tiga ekor kumbang yang gagah, tapi juga mempunyai satu tanaman bunga yang indah.”
Dan ikut tertawalah tetangga yang mendengarnya.
*
Tujuh hari ini, tak terdengar tawa bahagia menyoal bunga. Pun
pembicaraan serupa. Mama dan Papa lebih banyak diam dari biasanya. Bukan
tanpa alasan; hujan yang turun telah menghanyutkan semua.
*gambar dari sini

0 comments