Cikiewahab Minggu 8

Kamisan S3 #8: Jangan Lakukan itu, Yara!

17.03Unknown




Membicarakan tampilan dinding dalam foto-foto yang dibawa Maria, mengingatkan gadis penginapan pada Han. Selalu saja seperti itu. Maria sangat ramah, meskipun ia tiba di penginapan dalam rangka liburan dan persinggahan sementara. 
 Yara ingin sekali menyuruh Nana membujuk Ibu agar membuat dinding di ruang utama seperti itu.
“Ini sangat keren, Nana. Ayolah kita pasti bisa membuat beberapa bagian dinding seperti ini. Ah televisi lama seperti ini darimana kita mendapatkannya ya.” Yara menunjuki Nana foto itu dan ia tersenyum-senyum. Maria muncul di pintu saat Yara berkata demikian.
“Itu  tidak mudah, Yara. Dan aku pikir Ibumu tidak akan menyetujuinya. Itu hanya ada dalam pertunjukan kami di gedung kota.” Maria, yang terkenal sebagai artis ibukota, duduk di salah satu kursi, tersenyum-senyum menatap raut wajah Yara. Sementara Nana kembali ke dapur dan mengambil apa yang diminta oleh Maria.
“Apa salahnya aku juga membuatnya, Maria?” Tanya Yara.
“Tidak ada yang salah. Hanya saja kau butuh banyak televisi. Kau juga harus merobohkan dinding dan menempelinya. Apa Ibu akan mengizinkanmu melakukan hal itu? Aku tidak ingin kau membuatku bersalah karena mengotori pikiranmu tentang foto-foto itu.”
Yara merungut. “Tapi aku kenal dengan seorang arsitek, namanya Han. Apakah ini membutuhkan banyak biaya?”
Maria mendengus. Ia mengangkat bahu dan pergi kembali ke kamarnya sambil menenteng segelas jus lemon yang dibawakan Nana. Melihat itu, Yara semakin kesal dan menyalahkan Nana.
“Harusnya kau tidak usah memberi ia minum.” 
“Itu salah satu tugasku, Nona Yara. Dan aku senang melakukannya untuk dapatkan foto cantiknya lagi.”
Yara mencibir dan membiarkan Nana pergi dari hadapannya. Sepanjang malam itu, Gadis penginapan terus saja memandangi foto-foto yang ada di genggamannya. Dan tiba-tiba saja ia punya ide, ia melompat dari tempat tidurnya dan bergegas ke kamar Nana.
***
“Kau ini kenapa? Semenjak beberapa bulan ini kau sangat aneh. Apa yang kau lakukan pada dindingku, Yara? Kau ingin membuat pelanggan kita takut?!” Ibu berteriak marah keesokan paginya dan beberapa tamu yang kebetulan lewat di ruangan itu menoleh. Gadis penginapan itu menunduk. Ibu menyuruh petugas kebersihan menghapus cat yang di oleskan Yara ke dinding dengan bentuk yang sangat berantakan. 
Maria geleng-geleng kepala lalu tidak ingin ikut campur. Ia ingin sekali memeluk Yara, tetapi gadis itu mungkin tidak membutuhkannya. Toh beberapa jam lagi ia akan berangkat ke kota lain. 
Sementara itu, Yara mulai sesenggukan dan berharap Nana akan membantunya kali ini. Tapi Ibu tampaknya tidak bisa diam dan terus mengoceh kesal. Yara akhirnya masuk ke kamar dan menangis. Ia ingin sekali pergi dari penginapan dan menjauh dari ibu. Ia putuskan untuk membuang keinginannya memiliki dinding seperti itu. Ternyata apa yang ia inginkan tidak selalu yang Ibu harapkan. Yara melupakan foto-foto itu dan Yara pikir ia akan benar-benar pergi sementara waktu.

You Might Also Like

0 comments

Entri Populer

Formulir Kontak