Cerita ini berkisah sekitar abad
19, anggaplah ia seorang wanita polos. Ketika masa itu banyak yang
menyebutnya dengan panggilan Disket. Dia memiliki tubuh gempal, meski
gempalannya itu tidak terlalu banyak namun tetap saja terlihat lebar.
Dia memiliki hati mulia, lembut dan sifat yang polos. Dia selalu
berharap keberadaannya dapat memberikan manfaat
kepada khalayak. Dapat memberikan kontribusi lebih dari yang sekarang
diberikan. Meskipun memiliki tubuh yang tidak begitu meraih dan tidak
cukup praktis ketika dibawa. Namun dia tercipta dengan kemampuan dapat
menyimpan berbagai macam data. Meski data yang mampu disimpannya begitu
terbatas.
Hari ke hari pun berlalu. Dia melamun, merenung dan entah memikirkan
apa. Dia telah banyak membantu dalam menjaga data-data sang pengguna.
Sayangnya dia sungguh rentan terhadap virus dan bentuk penyakit
software. Dimana virus itu datang untuk merusak data yang tersimpan
dalam dirinya. Dia pun terus merenung,
mencari cara bagaimana bisa memberikan keamanan yang lebih baik dan
menyimpan data lebih banyak lagi.
Sore itu mendung mewarnai
renungannya, langit pun seakan ikut bersedih, tetes air turun membasahi
bumi. memberikan rasa lembab pada tubuhnya yang begitu saja tergeletak
pada meja. Kilatan-kilatan cahaya langit pun menambah kekelaman.
Seberkas kilat itu bersinar begitu terang melewati tempat dia berada.
Samar-samar sebuah suara pun terdengar.
“Aku bisa membantumu, aku bisa
memberikan ilmu, dimana ilmu itu bisa kau pergunakan untuk mengembangkan
tubuhmu sehingga bisa menampung informasi berkali kali lipat dari tubuhmu yang
sekarang. Selain menyimpan data lebih banyak, tubuhmu pun akan menjadi ramping,
kecil, mudah dibawa kemana-mana dan menyenangkan untuk dipandang.”
Seakan mendapatkan air ditengah
gurun gersang. Penawaran yang mengiurkan itu pun disetujuinya tanpa
pemikiran
panjang. Dia mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam dirinya.
Tiada lagi bentuk kotak nan lebar, tidak ada lagi rasa sesak karena
terbatasnya tempat untuk menyimpan. Dia telah bermetamorfosis menjadi
sebuah bagian baru yang menyenangkan, ringan, dan praktis.
Dia merasa nama disket tidak lagi
pantas diberikan kepada dirinya yang sekarang. Dia pun mulai
mencari-cari nama yang sesuai dengan fungsinya yang kian bertambah dan
penampilannya yang kian berubah. Setelah mengalami pertapaan yang
mencurahkan seluruh pemikirannya. Dia merasa kini telah bercahaya,
karena puncak kemenangan telah dicapai. Berbekal kenangan awal
perubahannya yang didasari dari kilatan. Maka dia pun ingin mengabadikan
moment tersebut dalam nama barunya. "Flash" begitulah kata yang dia
ulang berkali-kali.
Meskipun dia ingin menganti namanya, sayang rasanya bila meninggalkan
nama besarnya terlebih dahulu. Lantas dia pun bergumamkan dua buah kata,
"Flash Disk". Itulah nama yang akan disandangnya dengan kemampuan
barunya. Seketika pun, secepat kilat dia pun menjadi tenar. Banyak yang
mengemarinya, banyak yang menyukainya. Meskipun kemampuan awalnya hanya
dapat menyimpan 256 Mega Byte (MB). Dia terus berusaha mengembangkan
diri, agar dapat menyimpan lebih banyak lagi.
Semakin berkembangnya jaman,
kebutuhan akan flash disk pun meningkat. Dan dia merasa dengan kapasitas
256 MB
tidak lagi dapat menyimpan begitu banyak data. Bahkan bila menyimpan
lagu pun paling
hanya bisa tersimpan tidak lebih dari 60 lagu. Dia pun terus mengupgrade
kapasitas dalam dirinya, sehingga kemampuan menyimpan datanya menjadi
512 MB. Sayangnya dengan kapasitas segitu menyimpan lagu pun
masih kurang.
Dia pun terus menerus mengupgrade dirinya menjadi 1 GB, kemudian 2 GB
hingga
menjadi 8 GB. Lagu dan gambar serta data pun sudah bisa tersimpan
banyak. Selain mengupgrade kapatitas menjadi lebih tinggi, ia pun
berusaha
mempercantik diri. Tidak hanya dengan casing yang biasa-biasa saja, dia
pun
memodifikasi dirinya dengan berbagai penampilan. Entah itu dengan
transparan, warna
warni maupun berbalutan karet. Lapisan karet pada tubunya dilakukannya
dengan alasan untuk keamanan. Apabila suatu ketika secara tidak
sengaja tubuhnya terjatuh dari tempat yang tinggi dengan landasan yang
keras. Data yang tersimpan tidak akan mengalami masalah, ataupun hilang
karena jaringan komponen dalam tubuhnya rusak karena benturan.
Daya simpan dalam dirinya yang sekarang ternyata tidak membuat dirinya
puas. Dia selalu merasa kurang dan kurang. Sayangnya usaha upgrade data
penyimpanannya hanya pada sampai level 128 GB. Dia sudah tidah bisa
lebih dari itu. Sifat sombong dan tamaknya pun telah merubah sifat
polosnya. Dia pun mencari seorang profesor yang konon katanya dapat
membantunya mengupgrade tubuhnya menjadi kapasitas yang berkali-kali
lipat lebih banyak.
Sang profesor menolak permintaannya, dia pun murka dan mengancam
profesor itu. Disaat terdesak sang profesor pun menyetujui tetapi dengan
catatan bahwa dia tidak akan semenarik dirinya yang sekarang. Dia yang
telah diliputi rasa tamak pun menyetujuinya. Dimulailah proses upgrade
pada dirinya, ternyata waktu proses itu tidaklah sebentar dan begitu
banyak rasa sakit yang menyerang tubuhnya. Entah sudah berapa lama dia
tidak sadarkan diri. Ketika dia tersadar sang profesor sudah menghilang.
Dia segera mencoba kapasitas yang dia punya. Beratus-ratus film, lagu,
foto dan aplikasi sofware pun sudah ditampungnya. Dia pun senang, namun
sayangnya dia merasa tubuhnya tidak seringan sebelumnya. Dia pun berkaca
dan dia murka karena tubuhnya telah berubah menjadi kotak dan berat.
Bahkan berat yang dia miliki melebihi berat dia ketika menjadi disket.
Disamping tubuhnya dia melihat ada catatan yang ditulis profesor sebelum pergi,
"Sekarang kamu dapat menyimpan data sebanyak satu tetra, kamu memiliki
kemampuan berpuluh kali lipat dari kemampuan simpanmu terdahulu. Kini
namanu adalah "Hard disk".
09 April 2015
06:09 pm

0 comments