"jika
ada yang lebih setia daripada matahari yang menyinari bumi dan harum
yang selalu mengindahkan melati, itu adalah aku yang menantimu."
Sebuah Lacat baru saja diucapkan oleh seorang pria di depan panggung Deciziilor.
Panggung pengambilan keputusan bagi pria. Pria dengan setelan jas hitam
dan dasi berbentuk unik kebangsawanan melekat indah di tubuh gagah sang
pria, Edgar Mauritz. Dari sekian jumlah orang yang memenuhi aula,
seorang perempuan memulas wajahnya dengan senyum, senyum kemenangan.
Ramoona berdiri dan menjawab Lacat tersebut dengan Cheie yang telah ia persiapkan.
"akulah
mempelaimu, darah cinta yang akan mengaliri jiwamu, tubuh yang tak akan
lelah menggenggam kesetiaan dan kepercayaan darimu, aku Ramoona
menunggumu menyematkan cincin dengan hati bergemuruh bangga."
Setelah
kata terakhir terucap dari mulut Ramoona, ruangan menjadi begitu riuh
dengan berbagai pemikiran dan celoteh, beberapa orang di aula
menyayangkan kesediaan Ramoona mempersembahkan hidupnya untuk Edgar.
Sangat menyayangkan. Sisanya terlihat tercengang tanpa ekspesi yang
jelas. Nampaknya hanya Ramoona dan Edgar lah yang sanggup tersenyum dan
merasa awal kesempurnaan hidup telah mereka raih.
***
Di desa Gustsat,
hari setelah malam perjodohan, seluruh warga akan mengadakan pesta
tahunan. Semua pekerjaan akan ditinggalkan dalam waktu 10 hari untuk
menjalani pesta persatuan. Perayaan mempersatukan dua insan yang
akhirnya memutuskan untuk saling melengkapi dan menyempurnakan.
Kemarin
malam adalah malam merah, yang ditandai dengan peralihan musim panas
matahari ke hujan salju. 4 bulan musim panas telah terlewati dan
diakhiri dengan matahari yang bersinar merah selama sepekan. Leluhur
desa Gustsat mengatakan bahwa matahari merah di akhir musim panas
terjadi akibat penyatuan dewa cinta dan dewi kesuburan, penyatuan yang
disaksikan oleh sang matahari berjuta-juta tahun yang lalu. Setelah
menjadi saksi dari penyatuan indah tersebut, matahari akan beristirahat
sejenak dengan meredupkan sinarnya dan mengizinkan salju turun menghiasi
bumi, mempercantik malam-malam penyatuan para penghuni bumi dengan
butirannya yang berwarna merah muda. Karena itulah di desa ini, malam
perjodohan harus diadakan di malam terakhir musim panas sebelum esok
turun salju.
Di
sebuah rumah, Ramoona sungguh kepayahan menyiapkan kue dragoste dalam
jumlah besar untuk sajian para tamu undangan. Dalam kepayahannya,
Ramoona masih sanggup merasakan buncah bahagia akibat lamarannya
diterima oleh Edgar, pria yang setengah mati ia cintai, yang selalu ia
sebut namanya ketika Ramoona memohon pada dewa dewi kehidupan. 7 hari
sebelum malam perjodohan, ketua desa telah mengumumkan bahwa malam
perjodohan akan segera dilaksanakan, dan agar para wanita mampu
mempersiapkan kue dragoste andalannya masing-masing untuk meminang sang
pria yang diinginkan.
Desa
ini memiliki adat perjodohan yang berbeda dari lainnya. Seluruh
penghuni desa sangat memuja kue, mereka tidak akan sanggup jika harus
hidup tanpa makan kue dalam sehari. Di malam pergantian tahun, akan ada
pesta penyambutan sang dewa kesejahteraan, dan para wanita yang sudah
menikah di desa akan bersama-sama membuat kue bulan raksasa berwarna
biru, warna sang dewa kesejahteraan. Masih ada beberapa perayaan di desa
ini, namun yang paling dinanti adalah pesta persatuan dan malam
perjodohan.
Menghadapi
malam perjodohan, para wanita lajang berusia matang untuk menikah serta
memiliki calon mempelai pria yang diidamkan diharuskan membuat kue
dragoste. Kue berwarna merah menyala simbol cinta kasih dan warna sang
dewa cinta, dengan krim putih lembut di bagian tengah kue, warna sang
dewi kesuburan. Kue tersebut tidak memiliki resep bahan khusus, jadi
diperlukan insting yang sangat kuat dari tiap wanita untuk membuatnya,
karenanya rasa satu kue dragoste dengan kue dragoste lainnya akan selalu
berbeda. Setelah membuat kue dragoste, para wanita diharuskan
menyajikannya dengan tatanan yang menyimbokan kepribadiannya, boleh
menghiasnya dengan bunga, dedaunan, madu hutan, minuman dari
rempah-rempah, apapun. Para wanita bisa menghiasnya dengan apapun
sekehendak hatinya. Di bawah kue tersebut akan diselipkan sebuah kertas
yang berisi Lacat atau kalimat yang harus diucapkan oleh sang pria, dan Cheie yang
kelak akan diucapkan oleh sang wanita di malam perjodohan, serupa
teka-teki yang hanya akan diketahui oleh penerima kue dan pembuat kue.
Setelah kue dragoste siap, kue tersebut dikumpulkan di balai ketua desa,
diambil dari tempat sang wanita dan diantar kepada sang pria oleh
orang-orang terpilih di desa. Sehingga sang pria calon mempelai yang
tertuju tak akan tahu kue mana dibuat oleh siapa. Para pria calon
mempelai seringkali menerima kue dragoste lebih dari satu, karenanya ia
harus memilih dengan teliti sebelum membacakan Lacat di malam perjodohan.
Edgar
adalah duda berusia 30 tahun, istrinya meninggal karena kecelakaan
kereta saat akan kabur dengan pria selingkuhannya. Karena pengkhianatan
sang istri tersebut, Edgar merasa ia sungguh tak layak mendaftarkan
dirinya sebagai calon mempelai pria. Apa yang menimpanya adalah aib di
mata banyak penghuni desa. Edgar dianggap tidak mampu menjadi pria
sejati karena istrinya berpaling. Sungguh ironi. Namun adat tetaplah
adat dan di desa Gustsat ini tidak boleh ada lelaki yang
melajang terlalu lama, karena ia akan dianggap mangkir dari kewajibannya
jika memutuskan tak menikah. Dan demi memenuhi adat tersebut sebelum
usianya jauh lebih tua dan tak mampu menghidupi sebuah keluarga
(sekalipun hal itu tak mungkin karena Edgar berasal dari keluarga
pedagang dan bangsawan yang sangat kaya raya), Edgar memutuskan untuk
mendaftarkan namanya tahun ini pada ketua desa. Ia mendaftar dan tanpa
berbekal permohonan pada sang dewa dewi kehidupan, ia begitu marah pada
mereka yang mengambil kehidupannya dengan merenggut kesetiaan istrinya.
Edgar mendaftar tanpa membawa harapan apapun.
Ramoona,
gadis desa yang sangat dipuja banyak pria. Dengan rambut berwarna madu
yang cerah dan sangat indah, senyum yang tak pernah pudar melengkapi
kecantikan wajahnya, tubuh yang sintal namun berlekuk sempurna, Ramoona
sudah membuat banyak pria tergila-gila dan bertekuk lutut kagum. Semua
orang boleh begitu hafal dengan fisik dan keindahan yang Ramoona miliki,
tapi tak seorangpun yang tahu apa isi hatinya. Sudah sejak
bertahun-tahun yang lalu, Ramoona begitu mengagumi Edgar, jauh sebelum
Edgar menikah. Dan ketika Ramoona mendengar kabar bahwa Edgar
dikhianati, hatinya begitu marah, mendidih murka mengutuki tingkah sang
istri yang tak bisa menjaga kepercayaan Edgar. Dalam amarahnya, kemudian
Ramoona merasa begitu berterima kasih karena ia jadi memiliki
kesempatan untuk memenangkan hati Edgar karena kematian istrinya yang
terkutuk itu. Dan tahun ini, setelah Ramoona tahu daftar calon mempelai pria, ia merasa sekarang adalah
kesempatannya untuk mempraktekkan resep kue dragoste yang ia pelajari
dan mempersembahkan untuk Edgar. Semoga ia lah yang dipilih, semoga
Ramoona yang menjadi pendamping terakhir bagi Edgar tercintanya.
***
"apakah kamu sungguh mencintaiku, Ramoona?"
"jika jiwaku harus dipersembahkan untuk membuktikan kesungguhanku, aku bersedia, Edgar."
"jangan
pernah meninggalkanku, aku sangat menggilai dragoste ini, berharap mati
dengan mengenang lembut dan cita rasa dragoste darimu, lalu tenang di
pangkuanmu."
Ramoona
hanya tersenyum dan berlinang air mata bahagia, ketika akhirnya Edgar
menyematkan cincin berwarna merah di jari manisnya, cincin penyatuan
cinta mereka.
Aula
seketika dipenuhi dengan bahagia, banyak tepuk tangan mengiringi
langkah mereka menuju pintu keluar dan mengendarai kereta kuda menuju
rumah pengantin.
***

0 comments