#12 Hiruk Minggu 12

Kamisan S2 #12 - Hiruk: Kita

15.55Unknown

Tadi pagi, aku terbangun dari tidur yang tidak nyenyak. Pulasku diganggu oleh mimpi. Hadirnya kamu dalam bunga tidurku itu, meninggalkan resah di sadarku.

Aku menemuimu duduk di pembatas pinggir jalan dengan kepala tertunduk dan bahu membungkuk. Entah kapan kita melakukannya, tapi di sana, aku sangat yakin, saat itu kita memang sudah janjian. Aku tahu, saat itu kamu menungguku. Karena ketika kamu menyadari aku di hadapanmu, akhirnya kamu mendongakkan kepala.

Kamu tak bicara apapun. Hanya menatap lurus ke mataku dengan ekspresi kesedihan yang selalu kamu simpan sendiri. Kamu ambil tangan kananku dan menggenggam telapaknya erat dengan kedua telapakmu. Kamu dekatkan pada wajah dan kurasakan kehangatan pipimu di punggung tanganku.

Aku ingin bertanya: apa kamu baik-baik saja? Tapi tak kulakukan karena para Zombie itu sudah berjalan mendekat. Entah dari mana mereka berasal, aku sendiri tak tahu. 

Kamu melingkarkan kedua tangan ke pinggangku. Menahanku. Menempelkan kepalamu pada perutku. Aku meronta. Berusaha melepaskan diri dari pelukanmu. Ketika akhirnya terbebas, aku mulai berlari. 

Aku berharap kamu berlari di sisiku. Namun ketika menyadari kealfaanmu dari sampingku, spontan aku menoleh ke belakang, melihatmu masih duduk di sana, memandangi aku. Aku berteriak, memintamu menyusulku, kamu menggelengkan kepala, lalu menunduk lagi, punggung kembali membungkuk. Zombie semakin mendekat. Aku terus meneriaki namamu. Dalam kefrustasian, aku terus meneriaki namamu. Memohon agar kamu mengikuti aku. 

Lalu aku terbangun. Sadar dikuasai deru napas yang terbawa sampai ke alam nyata. Lalu aku ingat, dulu, ketika kamu dan aku masih bagian dari kita, aku selalu memiliki ‘itu’. Sesuatu yang tak pernah bisa kujelaskan, tapi kamu tahu. Dan kini, hal ‘itu’ datang lagi. Sesuatu mungkin telah terjadi padamu. Karena, di tengah hiruknya dunia, di dalam heningnya alam tak nyata, aku masih bisa mendengar sedihmu, aku masih bisa merasakan pedih dan perihmu, aku masih memahami jerit sunyi permintaan tolongmu. Dan aku di sini ingin menolongmu. Dalam hiruk dunia, kita tak pernah tenggelam, walau aku dan kamu tak lagi kita. Karena aku masih di sini ingin menolongmu.

Kusibak selimut dan bangkit dari kasur. Berjalan ke luar kamar dan turun ke lantai dasar rumah. Berharap cemas kalau para Zombie itu tak pernah mengikutiku sampai ke alam nyata. 






◆sekian◆

You Might Also Like

0 comments

Entri Populer

Formulir Kontak