#11 Kematian Cikiewahab

Kamisan S2 #11 - Kematian: Senyuman Terakhir

14.30Unknown

Seseorang menyetel radio dari kamar sebelah. Suara yang perlahan samar tiba-tiba membuat bulu kudukku merinding. Ada tangisan yang kudengar selain suara radio tadi. Aku menyibak jendela dan melihat kumpulan orang-orang di sudut gang yang bersebelahan dengan kamar kontrakan. Aku bergegas keluar dan melihat mereka dari tempatku berdiri.
Ketika seseorang yang ada di sana berbalik arah, aku segera menahan lengannya dan bertanya ada apa. Ia menunjukkan sikap yang sedih dan kulihat matanya tampak berkaca-kaca.
“Mereka baru saja kehilangan anggota keluarga.”
“Innalillahi.” Aku memandang seorang ibu yang tangisnya paling kencang di antara mereka. Tapi kenapa mereka juga belum pindah dari tepi jalan ini. Bukankah lebih baik mereka mengurus anggota keluarganya   hingga pemakaman dengan segera.
Aku masih berdiri di sana hingga seorang lainnya menyentuh tanganku dengan dingin.
“Kakak. Kau sedih melihat mereka?” seorang anak menarik ujung bajuku. Aku tersentak dari lamunan dan melihat ia dengan muka yang berseri.
“Oh, Kau siapa? Mereka kasihan sekali. Ibu itu pasti sangat sedih.”
“Ya. mereka kasihan sekali. Ibu itu pasti sedih. Tapi kak, bisakah kau menolongku?”
Aku menoleh dan membungkuk. Kulihat wajah anak perempuan di hadapanku. Ia putih sekali dan tampak terus tersenyum. Aku mengangguk dan menyentuh jarinya.
“Tolonglah mereka. Tolong ibu itu. Kematian anaknya pasti membuat mereka lupa.”
Aku terheran-heran. Benar saja. Mereka masih di sana dan membiarkan anggota keluarganya dalam pelukan si ibu. Aku mengangguk dan tersenyum. Kulangkahkan kaki menuju tempat itu dan hendak membantu mereka.
Baru saja aku menyibak kumpulan mereka, aku terkejut melihat tubuh anggota keluarga mereka. Anak perempuan itu kulihat tersenyum dalam pelukan ibunya. Segera aku mengejar anak tadi yang menyapaku. Tak kutemukan siapa-siapa, meski senyumnya terus kuingat. Tetapi aku kembali mendengar suara isak tangis mereka. Tangis yang lebih kencang dari sebelumnya. Ah, bulu kudukku semakin merinding dibuatnya.

You Might Also Like

0 comments

Entri Populer

Formulir Kontak