#10 Semadi Minggu 10

Kamisan S2 #10 - Semadi: Wangi Kopi

14.28Unknown

Ini adalah hari keseratus. Tinggal sehari lagi maka ritual pertapaan yang sedang dijalaninnya akan selesai. David tersenyum puas, matanya tertuju pada garis-garis batangan lidi dipermukaan batu–yang sembilan puluh sembilan hari belakangan–ia duduki. Dadanya kembang-kempis oleh perasaan gembira. Sebentar lagi. Sebentar lagi, ia akan menjadi kepala desa di dusun Rangsana. Sebentar lagi,  Sari akan jadi miliknya. Ia akan dihormati dan dielu-elukan seluruh warga dusun. Ya. David hanya perlu menunggu sehari lagi. Esok, ketika matahari terbit saat itu pulalah pertapaannya akan selesai. Genap seratus satu hari ia bersemadi di gunung Srandil. Menahan segala hasrat duniawinya. Rasa-rasanya, bibirnya sudah rindu mencucup kopi dari piring kecil. Lindahnya sudah tak sabar merasai manis filter lintingan rokok. Aaahh! Tapi tentu, David harus menguat-nguatkan dirinya. Menjadi kepala desa dan dihormati orang-orang adalah tujuan utamanya bersusah-susah bertapa seperti ini. Jauh dari keramaian. Asing di tengah bising warga hutan. Dinyamuki. Disengat serangga. Dirayapi lipan dan hewan melata sejenis. Ia kebal. Ia sabar-sabarkan hatinya. Ia terus ingat kegemilangan yang akan diraihnya jika pertapaan ini selesai. David Sasongko, kepala desa dusun Rangsana yang mempunya istri secantik dewi Sinta, Sari. Alangkah!

Maka ia bersiap-siap lagi memulai semadi. Ia duduk bersila di atas batu. Tangan bersedekap. Ia mulai mengatur nafasnya terlebih dulu. Lalu perlahan-lahan mengosongkan dan memusatkan pikiran hanya pada keheningan di sekitarnya. Tak lama, suaranya merapal mantra mulai menyelubungi. Sekarang, ia berbatas dengan dunia luar.

——–

Ramadita. Fotografer profesional yang gemar bertualang. Nias. Muara Jambe. Bengkalis. Selong. Muara Badak. Ia beranjak dari satu kota ke kota menuju pulau ke pulau seluruh Indonesia. Hidup dari kesenanganya memotret. Hasil-hasil karyanya sering dipakai sebagai gambar kartu pos khas Indonesia. Puas dengan pesona alam, kali ini ia ingin mencoba objek baru. Dari beberapa referensi ia tahu bahwa Indonesia memiliki gua-gua bersejarah, unik dan mistik. Ia ingin melihat dari dekat. Ia ingin memotret.

Maka di sinilah Ramadita berada. Gunung Srandil masuk ke dalam wilayah Cilacap secara geografis. Terletak tak jauh dari pantai. Di pantai itulah, Rama mendirikan tenda dan bermalam. Pagi ini ia memutuskan membelah hutan. Oiy, kabarnya, di gunung inilah mantan presiden alm. Soeharto pernah bertapa.

Setelah membereskan perlengkapannya, Rama mulai berjalan. Sesekali setelah memotret Rama sering berhenti dan meminum kopi yang tadi telah disiapkannya di dalan botol minum. Aroma kopi hitam kental itu sungguh menggugah selera. Kopi asli Gayo ketika Rama berkunjung ke sana.

Tiba-tiba saja terdengar raungan tak jauh di belakangnya. Rama kaget, tunggang-langgang ia lari meninggalkan hutan. Mungkin, jin penunggu hutan keramat marah padanya yang datang bukan untuk mengantar sesembah malahan memotret. Lain kali Rama harus lebih berhati-hati memilih lokasi.

——–

Ket :
Ramadita adalah karakter dari seorang kenalan di instagram : @1heart
Terima kasih atas gambar capung yang pernah kamu kirimkan. Sukses terus diperjalananmu. Teruslah memotret!

Ditulis sekadarnya pada pukul 20:19.
Aria.

You Might Also Like

0 comments

Entri Populer

Formulir Kontak