Ini adalah hari keseratus. Tinggal sehari
lagi maka ritual pertapaan yang sedang dijalaninnya akan selesai. David
tersenyum puas, matanya tertuju pada garis-garis batangan lidi
dipermukaan batu–yang sembilan puluh sembilan hari belakangan–ia duduki.
Dadanya kembang-kempis oleh perasaan gembira. Sebentar lagi. Sebentar
lagi, ia akan menjadi kepala desa di dusun Rangsana. Sebentar lagi,
Sari akan jadi miliknya. Ia akan dihormati dan dielu-elukan seluruh
warga dusun. Ya. David hanya perlu menunggu sehari lagi. Esok, ketika
matahari terbit saat itu pulalah pertapaannya akan selesai. Genap
seratus satu hari ia bersemadi di gunung Srandil. Menahan segala hasrat
duniawinya. Rasa-rasanya, bibirnya sudah rindu mencucup kopi dari piring
kecil. Lindahnya sudah tak sabar merasai manis filter lintingan rokok.
Aaahh! Tapi tentu, David harus menguat-nguatkan dirinya. Menjadi kepala
desa dan dihormati orang-orang adalah tujuan utamanya bersusah-susah
bertapa seperti ini. Jauh dari keramaian. Asing di tengah bising warga
hutan. Dinyamuki. Disengat serangga. Dirayapi lipan dan hewan melata
sejenis. Ia kebal. Ia sabar-sabarkan hatinya. Ia terus ingat
kegemilangan yang akan diraihnya jika pertapaan ini selesai. David
Sasongko, kepala desa dusun Rangsana yang mempunya istri secantik dewi
Sinta, Sari. Alangkah!
Maka ia bersiap-siap lagi memulai semadi.
Ia duduk bersila di atas batu. Tangan bersedekap. Ia mulai mengatur
nafasnya terlebih dulu. Lalu perlahan-lahan mengosongkan dan memusatkan
pikiran hanya pada keheningan di sekitarnya. Tak lama, suaranya merapal
mantra mulai menyelubungi. Sekarang, ia berbatas dengan dunia luar.
——–
Ramadita. Fotografer profesional yang
gemar bertualang. Nias. Muara Jambe. Bengkalis. Selong. Muara Badak. Ia
beranjak dari satu kota ke kota menuju pulau ke pulau seluruh Indonesia.
Hidup dari kesenanganya memotret. Hasil-hasil karyanya sering dipakai
sebagai gambar kartu pos khas Indonesia. Puas dengan pesona alam, kali
ini ia ingin mencoba objek baru. Dari beberapa referensi ia tahu bahwa
Indonesia memiliki gua-gua bersejarah, unik dan mistik. Ia ingin melihat
dari dekat. Ia ingin memotret.
Maka di sinilah Ramadita berada. Gunung
Srandil masuk ke dalam wilayah Cilacap secara geografis. Terletak tak
jauh dari pantai. Di pantai itulah, Rama mendirikan tenda dan bermalam.
Pagi ini ia memutuskan membelah hutan. Oiy, kabarnya, di gunung inilah
mantan presiden alm. Soeharto pernah bertapa.
Setelah membereskan perlengkapannya, Rama
mulai berjalan. Sesekali setelah memotret Rama sering berhenti dan
meminum kopi yang tadi telah disiapkannya di dalan botol minum. Aroma
kopi hitam kental itu sungguh menggugah selera. Kopi asli Gayo ketika
Rama berkunjung ke sana.
Tiba-tiba saja terdengar raungan tak jauh
di belakangnya. Rama kaget, tunggang-langgang ia lari meninggalkan
hutan. Mungkin, jin penunggu hutan keramat marah padanya yang datang
bukan untuk mengantar sesembah malahan memotret. Lain kali Rama harus
lebih berhati-hati memilih lokasi.
——–
Ket :
Ramadita adalah karakter dari seorang kenalan di instagram : @1heart
Terima kasih atas gambar capung yang pernah kamu kirimkan. Sukses terus diperjalananmu. Teruslah memotret!
Ramadita adalah karakter dari seorang kenalan di instagram : @1heart
Terima kasih atas gambar capung yang pernah kamu kirimkan. Sukses terus diperjalananmu. Teruslah memotret!
Ditulis sekadarnya pada pukul 20:19.
Aria.
0 comments