Pulang,
setiap kali mendengar itu terucap, hanya hina yang kurasa. Mayoritas orang yang kukenal menganggap ada nostalgia dari kata itu. Ada haru pada pelafalannya. Tapi tidak untukku. Hanya hina yang kurasa.
setiap kali mendengar itu terucap, hanya hina yang kurasa. Mayoritas orang yang kukenal menganggap ada nostalgia dari kata itu. Ada haru pada pelafalannya. Tapi tidak untukku. Hanya hina yang kurasa.
Ke mana aku harus pulang? Jangankan rumah, orang tua saja aku tak
punya. Tidak. Aku punya Mereka, hanya saja Mereka tak sudi miliki aku.
Anak kurang sempurna seperti aku. Cuma aib bagi keluarga.
Berusaha aku sendiri. Menumpuk sedikit rezeki demi layakan diri. Menimbun kaya menguras tenaga. Hangatkan hati dari dinginnya sepi. Puaskan dahaga dambakan cinta kasih keluarga.
Berusaha aku sendiri. Menumpuk sedikit rezeki demi layakan diri. Menimbun kaya menguras tenaga. Hangatkan hati dari dinginnya sepi. Puaskan dahaga dambakan cinta kasih keluarga.
Telah kubuat bait mewah sendiri. Telah kuisi dengan harta dan
teknologi. Telah juga kumiliki keturunan dan seorang istri. Dan, telah
merangkak Mereka minta izinku ‘tuk menyinggahi. Tapi aku tentu tak sudi. Mereka lupa, aku cuma aib keluarga. Anak yang tak sempurna.
Ketika satu dari Mereka pergi, tak ada sudi airmata ini jatuh. Tak
ada ingin mulut ini mengucap doa. Tak ada rela kaki ini menginjak tanah
kuburnya. Biar tahu dia rasanya. Biar tahu Mereka rasanya. Sendiri
ditemani mati. Seperti aku yang tak dimiliki. Selalu sepi dibayangi
mati. Walau Tuhan tak pernah kubenci. Tapi keras hati ini menolak maaf
terucap. Menjauhi ikhlas dari diri. Suburkan dendam yang tak mau pergi.
Lalu sakit menyambangi. Deritaku tak terperi. Malaikat mengetuk hati. Paksa maaf untuk diberi pada Mereka yang mengusik hati.
Kini kutahu ke mana harus kupergi. Hanya pada-Nya aku bisa mengabdi.
Istri menangis, anak bersedih. Mereka berkumpul lantunkan doa
mengiringi. Harta dan teknologi tak lagi berarti. Pada cacing kurela
digerogoti. Karena Tuhan telah inginkan diri.
Dan pulang aku kepada-Nya. Tak akan pernah kembali, selamanya.
0 comments