Ini tentang kematian
Tentang hakikat yin dan yang
Kau hidup
Kau pun mati
Tentang hakikat yin dan yang
Kau hidup
Kau pun mati
Ini tentang kematian
Yang wujudnya belum kauketahui
Rupanya belum kau lihat
Baunya belum tercium
Rimanya belum terdengar
Yang wujudnya belum kauketahui
Rupanya belum kau lihat
Baunya belum tercium
Rimanya belum terdengar
Ini tentang kematian
Bukan lagi tentang hidup
Yang selalu kau elu-elukan
Yang selalu kau banggakan
Bukan lagi tentang hidup
Yang selalu kau elu-elukan
Yang selalu kau banggakan
Mengapa tak kau sambut
kematian seperti kau menyambut kehidupan?
Mengapa kau tak rayakan
kematian seperti kau rayakan kehidupan?
kematian seperti kau menyambut kehidupan?
Mengapa kau tak rayakan
kematian seperti kau rayakan kehidupan?
Maka,
Sambut aku sekarang
Sambut aku sayang
Sambut aku sekarang
Sambut aku sayang
Aku
Sang malaikat kematianmu
Sang malaikat kematianmu
***
"Ah, akhirnya selesai juga puisi ini. Besok, puisi ini akan
kukirim ke koran." seru Alya setelah meletakkan bolpoinnya. Sekarang
tenggorokannya terasa kering. Jam menunjukkan pukul sebelas malam.
Aku turun ke dapur sajalah, pikir Alya.
Alya keluar menuju dapur. Pelan-pelan ia menuruni tangga.
Tak lama....
Tak lama lagi....
Pada anak tangga kesepuluh....
"Aaaaarrrrgggghhhhhh......"
Brug!
Alya terkapar. Nafasnya berat. Semua menjadi terasa dingin. Lalu perlahan denyut nadi itu berhenti.
Dan seseorang di balik tembok tersenyum.
0 comments