Kamisan S2 #9 - Pulang: Sebab Waktu Lebih Menyiksa daripada Kenangan
08.55UnknownInersia*
dengan apa kau membawa rasa, jika di sini tak pernah bercahaya?
Setelah kau pergi, yang kulihat hanya kegelapan. Kau memberiku banyak tapi lalu mengambil lebih banyak. Tak bersisa.
tak ada yang bisa,
tak satu pun
aku terjerat alir
tak percaya takdir
Aku menjadi pendendam yang baik. Sebaliknya pun, aku menjadi pecinta yang cacat.
kau tetap mengukuh bila tuhan punya rencana,
di saat pergi tak mampu lagi buatku berkelana?
Tuhan pernah memberiku satu kesempatan. Ia biarkan kau pergi lebih
jauh sebab ia tahu aku akan jatuh lebih dalam. Hingga diam tak cukup
mejadi hanya.
tak bisa,
aku tak bisa
bergerak berlawanan arah dengan darah
Sebab cinta tak bisa begitu saja henti.
…..
lalu kau alihkan cinta,
namun tak berniat pindahkan luka
Kenangan. Hari-hari berjalan. Aku berhenti mengingat. Berhenti menjadi pecinta yang cacat.
Pulanglah. Sebab aku lebih punya banyak waktu tinimbang kenangan bersamamu.
…..
Kuta, 1392013
——–
23:07
Keterangan :
Inersia adalah salah satu puisi di dalam buku Delusi yang akan (semoga segera) abang @dwikuzuma terbitkan.
Selain puisi, abang juga membuat musikalisasi dari beberapa puisinya, antara lain :
1) Delusi (Kehilangan yang Menemukan yang Memiliki)
2) Ladang Stigma
3) Apriori
4) Kita yang Mengikat Hati, Kita yang hanya Hidup di Dalam Mimpi
5) Kardia Franca
6) Inersia
Tiga di antara musikalisasi di atas berduet dengan saya. Musik bisa
di dengar di akun soundcloudnya. Untuk Inersia bisa didengarkan di Inersia – draft by dwi kuzuma
*oke. Ini emang promosi sieh*
0 comments