#07 Game of Love Cikiewahab

Kamisa S2 #7 - Game of Love: Pelajaran Bermain

15.56Unknown

Seorang perempuan mulai bercerita kepada saya tentang daftar orang-orang yang terjebak dalam permainan cintanya. Yang setidaknya masih melekat dalam ingatannya saat ini.

1.   Ia mengenal lelaki yang bernama Ardi lewat seorang kawan. Pada umur dua puluh tahun dan ia merasa sudah sangat dewasa ketika itu. Hubungannya kandas dalam beberapa minggu. Pekerjaan benar-benar menyita waktunya hingga lelaki itu mencari pelarian
2.   Perempuan itu patah hati lalu bertemu lelaki pemilik warnet. Mereka cukup akrab dan ia berharap pada lelaki itu. Tetapi sebab katanya lelaki itu punya reputasi sebagai keluarga berada, perempuan itu pergi dan tak pernah menginjakkan kaki di warnet lagi.
3.   Beberapa waktu kemudian perkenalan dengan Kevin, lelaki berwajah oriental dan beda keyakinan sempat membuat mereka pergi ke taman pada hari libur. Ciuman tragis dan kebencian pada sosok lelaki membuat perempuan itu akhirnya memutuskan mengganti seluruh nomor telepon. Ia bersyukur tak pernah menunjukkan alamat rumahnya pada Kevin.
4.   Ia menelepon seorang pelanggan tampan. Ia membuat pria itu suka hanya melalui telepon genggamnya. Tetapi ia bosan dan tidak menemui alasan untuk bisa diterima oleh lelaki itu. Ia menutup cerita dengan adik dari seorang pegawai bandara.
5.   Kejadian naas hampir terjadi jika saja ia tidak punya keberanian mendobrak pintu dan berkilah pada lelaki bangsat yang hampir saja merenggut segalanya. Merenggut dirinya. Ia putuskan untuk tidak mengenal lelaki sementara waktu.
6.   Ia menemukan orang baik. Pekerja toko, awalnya perempuan itu menganggap lelaki bernama Yaya itu sebagai teman. Tetapi lelaki itu tekun memberikan perhatian dan kebaikan. Mereka jadian. Mereka serius. Mereka saling mengenal kedua keluarga. Mereka membuka usaha bersama. Mereka bertengkar dan perempuan merasa dikekang. Berkali-kali lelaki itu membuatnya seperti dalam kurungan lalu lelaki itu datang dan meminta maaf. Hubungan empat tahun kandas dan perempuan itu sadar saat lelaki itu terbang ke ibukota.
7.   Perempuan itu benci pada dirinya sendiri. Lalu mencoba membuat lukanya pergi. Ia mencoba bersosialisasi dengan teman pecinta buku dan ia bertemu banyak orang yang membuatnya lupa akan luka.
8.   Perempuan itu mengenal seorang penyair. Saling mengirimi puisi singkat, mengirimi lagu “Mari bernyanyi pagi-pagi” melalui pesan bersama. Seseorang lainnya ternyata mengalami hal yang sama maka perempuan itu menutup cerita dan menganggap kata-kata manis sang penyair hanya gombalan belaka. Ah janji bertemu di Riau menjadi semacam mimpi. Perempuan itu ternyata salah dan ia harus pergi. Lelaki itu mungkin menyelipkan perasaannya pada lembaran hati yang tak mungkin dijalani.
9.   Dihubungi seorang lelaki bernama AL. lelaki yang bersuara merdu dan menyanyikan ia lagu romantis. Lelaki itu tinggal jauh di luar kota. Tetapi ia terus mencoba meyakinkan perempuan itu tanpa bertemu. Perempuan itu bosan. Sebab cinta katanya adalah pertemuan. Ia putuskan kebenciannya hubungan jarak jauh seperti itu.
10.     Perempuan itu mulai sedikit linglung dan mencoba bersikap manis pada siapa saja. Ia mengenal lelaki lainnya pula dalam pesan bersama. Lelaki buku yang aneh. Perempuan itu tidak mengatakan namanya sebab enggan karena pasti banyak yang akan mengenal namanya. Mereka pernah berkirim pesan mesra. Lalu keduanya larut tetapi perempuan itu sadar dan bersikap biasa saja setelahnya. Ia tahu ada perasaan sia-sia yang pernah ia rasakan. Lelaki itu pasti menganggapnya sebuah permainan yang menantang.
11.     Perempuan itu ditegur seorang teman di akun sosial.  Lelaki yang perawakannya berandalan tetapi menjadikan mushalla sebagai perbaikan. Maka perempuan itu memanggilnya lelaki mushalla. Mereka bertemu beberapa kali. Awalnya perempuan itu mulai jatuh hati tetapi ia langsung berbalik arah ketika tahu lelaki itu bukan orang yang membuatnya bahagia.
12.     Lelaki muda memintanya menjadi pacar. Hubungan beda enam tahun itu membuat perempuan itu seperti menemani seorang adik kecil. Lelaki yang baik. Mereka putus setelah satu minggu jadian meskipun kini mereka tetap berkomunikasi sebagai teman.

Perempuan itu diam. Barangkali ia lelah bercerita. Saya pun tak hendak menganggu kenangan itu, yang hampir  keseluruhan adalah kenangan yang berakhir pilu. Tema kamisan ini membuat saya memintanya bercerita.  Jika ada kesamaan nama dan tempat, semua hanyalah dari apa yang saya dengar. Sekarang biarkan perempuan itu tenang dan beristirahat, biarkan ia menyudahi tulisan ini. Ia barangkali tengah menanti seseorang yang tidak lagi bermain-main dalam cinta.***

You Might Also Like

0 comments

Entri Populer

Formulir Kontak