Insomnia Minggu 6

Kamisan S1 #06 - Insomnia: Dia Tak Pernah Tahu

15.00Unknown

Lihat, dia sudah mulai sibuk lagi mengetik di laptopnya. Benda keparat itu sudah membawa jauh orang yang paling aku cintai dari sisiku. Menembus sekat-sekat rumah ini, pulau Jawa, selat Bali sampai ke seberangnya.

Dia pikir aku tak tahu, padahal selama ini aku cuma pura-pura tak tahu.

Dengan alasan sulit tidur, hampir setiap malam dia duduk di ruang tamu menghadap laptop. Menertawakan baris-baris kata yang muncul bertahap di layarnya. Tersenyum malu-malu layaknya remaja pada kencan pertama.

Dia kira aku tidak tahu bahwa penyebab keuangan kami yang sekarat adalah teman bicaranya dilayar laptop itu, yang setiap malam seolah menggayut manja di lengannya lalu mulai meminta rolex, louis vuitton, prada dan mungkin sebentar lagi ia akan meminta lamborghini.

Pernah suatu malam aku hampir ketahuan mengintip. Aku tak sengaja menendang kotak mainan milik Raka yang tergeletak menempel dinding di lorong menuju ruang makan. Maka aku berpura-pura menyapanya. Bertanya sedang apa ia di depan laptopnya. Tapi yaa, dia tentu mengarang-ngarang alasan.

Dia juga tidak tahu bahwa pai apel yg kusuguhkan setelah makan malam tadi sudah bercampur arsenik. Aku hanya membuat sedikit dan tanpa curiga sedikit pun ia meminta izin menghabiskan semuanya. Tentu saja aku iya-kan, dan dia akan tertidur lelap malam ini.

Tapi sayangnya dia tidak tahu soal itu.



10:41
011113

You Might Also Like

0 comments

Entri Populer

Formulir Kontak