Minggu 5

Kamisan S3 #5: Suatu Sore

16.01Unknown

Suatu Sore

“Gue benci cincin batu akik.”

“Kenapa?”

“Entahlah … gak suka aja lihat penampilannya. Terlihat terlalu besar di jari seseorang. Apalagi kalau di sekitarnya sudah dipenuhi dengan deretan batu lain. Entah itu berlian asli atau juga imitasi,” tandasnya.

“Belum lagi kalau gak cukup satu jari yang dilingkari oleh batu cincin itu. Gue lihatnya bukan tangan lagi. Tapi etalase,” tambah seseorang yang sedang asyikmemutar-mutar bola basket di tangannya yang bersih dari cincin.

Angin sore membuat dedaunan berdesir. Menerpa rambut seolah tak tersisir rapi. Riuh rendah suara mengikuti  gerak angin di suatu lapangan. Sekelompok orang asyik berjongkok mengitari sebuah lapak. Seseorang tampak terlihat sibuk memamerkan dagangannya. Membakar sebuah cincin berbatu di tangan, beberapa detik kemudian menempelkan batu tersebut ke kulitnya. Di lain kesempatan ia menggesekkan sebuah batu ke sebilah kaca dan menunjukkan permukaan kedua benda tersebut ke seorang calon pembelinya.

Di bagian lain dari lapangan itu, sekelompok orang, perempuan dan laki-laki, berusia dua puluhan terkadang memerhatikan kelompok orang yang sedang berjongkok itu sambil menikmati sore mereka. Sebagian dengan bola basket, dua-tiga orang dengan sepeda, satu-dua orang dengan skateboard, beberapa dengan buku.

***

Yola M. Caecenary
Kamisan #5 Session 3 - Deadline: 26 Maret 2015

Foto tema tulisan
image
Sumber: http://m.aktualpost.com/42052/tips-ciri-ciri-membedakan-batu-akik-asli-dengan-palsu/ shared by Adham

You Might Also Like

0 comments

Entri Populer

Formulir Kontak