aku iri kepada pepohonan angsana
akan cara dia mencintai
dan menari berputar bersama angin
pada saat hujan
kita terlalu sering melewati hujan bersama
dan karenanya imaji antara kau dan hujan begitu lekat
ia selalu memiliki cara
untuk mengingatkanku akan dirimu
aku teringat
terbangun di kota hujan bersamamu
saat mentari terlalu malas bersinar
dan kita mencoba mengusir dingin
dari rerintik yang turun sejak semalam
atau
pada sebuah senja di sudut ibukota
saat kita mencoba membekukan kenangan
hanya beralaskan rumput dan beratapkan langit
hingga gerimis mulai berderai
anganku tak berhenti bersajak tentangmu
tentang sosokmu yang bersemayam dalam benakku
dan aku…
hanya berputar-putar di ruang kosong
yang dulu pernah diisi olehmu
0 comments