"I'm
a fan. I'm a fan of you since the first time I knew you..." aku
menjabat tangannya, yang kali ini benar-benar dapat aku temui secara
langsung. Berhadapan dengannya di momen yang privat seperti ini,
terus terang, membuatku sedikit gugup. Pertemuan pertama kami, setelah
beberapa bulan aku mengenalnya, tentu menjadi pengalaman yang berharga
bagiku.
Aku
melihatnya tersenyum; sungguh senyuman yang sangat memikat hatiku, "I
know it seems too common, it's like mostly your fans out there have done
when they met you. But I can't help myself to ask... Emm, if you don't
mind... Could you please take a photo with me?"
Aku
mengutuki diriku sendiri karena sudah mengucapkan permintaan barusan.
Bodoh, bodoh. Aku menjadi tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa
kepadanya.
"Sure, the pleasure is mine..." jawabnya, ramah dan masih dengan menyunggingkan senyum.
Aku tahu, mungkin dia memang sudah terbiasa bersikap ramah seperti itu kepada para fans di seluruh dunia. Tetapi, tetap saja aku melonjak kegirangan seolah jawaban itu hanya diperuntukkan bagiku seorang. Norak. But, hey! Apa lagi yang bisa dilakukan seorang fan kepada orang yang disukainya?
"Which one of my musics do you like the most?" tiba-tiba dia mengajukan pertanyaan kepadaku.
Okay... Think, think first...
"Well,
I like most of them. But, I'll try to pick one... It's really
hard.though. Emm..." aku masih berpikir untuk memutuskan mana yang
paling aku sukai.
"It's
okay, you can say anything. I'll appreciate your honest thoughts.
Please, feel free." dia berusaha untuk memuatku nyaman menyatakan
pilihan dengan terus tersenyum, masih saja tersenyum memikat. Ya ampun,
diberi senyuman itu lagi, bagaimana bisa aku menolak?
"If I have to make a choice... I prefer to pick Relapse as my most favorite one." jawabku, yakin.
"Why?"
Ya ampun, ditanya lagi. Aku harus jawab apa ya supaya terlihat
mengesankan? Bagaimanapun, aku berusaha untuk memberikan jawaban yang
kemungkinan besar akan terasa menyenangkan baginya. Aku tidak mau
membuat kesalahan.
"Magnificent..
I love the vibe. Do you know, when you feel really excited every time
you creating musics? The same feeling goes to me. I was mesmerized and
that was the first time I feel moved by a music... I imagined that, the
tones you have brought to your music was really beautifully captivated
my heart."
"Wow. Really appreciated."
Is there any others special reason?
Ada,
tentu saja ada. Dia adalah alasan aku bisa mencoba untuk bertahan
hidup. Jika saja saat itu aku tidak berkenalan dengannya, mungkin aku
sudah terjatuh semakin jauh.
"Seductive. Your music is perfectly heaped to all shapes of my mind." aku menambahkan alasanku menyukai Relapse.
"Oh! I forgot one thing..." lanjutku, "Moonlight. I was hooked as well when I first heard the Moonlight. Its rhyme reminds me to Relapse a
lot. I wonder then... It haunted me... But in positive way... Somehow, I
always have a thought that most of your musics are extremely relaxing
and beautiful. And then, Lila! It sounds creepy yet simple and has a deep meaning..."
Aku
tidak ingat lagi apa saja kata-kata yang aku keluarkan dari mulutku.
Semua mengalir begitu saja. Aku begitu bersemangat untuk terus
menyampaikan kepadanya semua yang menurutku sudah selayaknya aku
utarakan, kepada dia, laki-laki yang karyanya sangat aku sukai sejak
berbulan-bulan yang lalu; sejak pertama kali aku mengenalnya, melalui
musik yang dia buat.
***
Close your eyes
Open your heart
Follow me...
I'll be waiting
Let me be waiting
And we will fly like angels
Like an angel
Fly...
I'll be waiting
Fly...
Open your eyes
I love you
I love you
Please...
I'll be waiting
And we will fly like angels
Like an angel
Find me...
I will see you in my dreams
Find me...
![]() |
| Sumber: Endorphin Music |
Aku
memicingkan mata. Sinar matahari sore dari balik jendela kamarku begitu
silau. Aku baru menyadari bahwa aku tertidur sejak siang tadi, sejak
aku pulang kuliah. Alunan musik-musik Endorphin masih bermain lembut memenuhi ruangan kamar.

0 comments