Kutukan Minggu 2

Kamisan S1 #2 - Kutukan: Kisah Seorang Pria Muda

14.47Unknown

Bibir tuanya mengguratkan senyum dengan amat perlahan. Pun dengan kedua matanya, mengerjap dengan sangat pelan. Ia gerakkan tangan kanannya yang ringkih, menuju wajah muda seorang pria yang selama hampir 50 tahun selalu menghiasi hari-harinya.
Ia usap kulit wajah yang lembut itu--menghapus deraian air mata si pria muda. Si pria muda pun membalas dengan menggenggamkan kedua belah tangannya, meremasnya, menciuminya.
Bibir si wanita tua mulai bergerak-gerak, membendung haru yang hendak melesak. Meski demikian, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Semua kata-kata yang ingin mereka ucapkan telah terwakili oleh air mata.
Lima puluh tahun. Ya, lima puluh tahun. Itu bukanlah waktu yang singkat. Bukan waktu yang terjadi sesaat. Dan kini, jejak-jejak usia yang tertinggal di kulit si wanita tua telah menutupi semua yang ia punyai dahulu; kecantikannya, keceriaannya, kegemilangannya. Tak ada satu pun dari semua itu yang tertinggal. Rambut pirangnya yang dulu lembut, kini telah kusut. Tubuhnya yang dulu sintal, kini tak lagi kenyal. Kaki jenjangnya yang dulu sering digunakan untuk menari, kini hanya mampu terdiam sepanjang hari. Mata yang dulu sanggup memikat para pria pun perlahan mulai menutup. Dan, mata itu akan menutup untuk selamannya.

"Tidak, tidak," si pria muda menggeleng-geleng kasar, "Clarissa," ia lepaskan tangan kanannya, membelai rambut si wanita tua, "Clarissa, bangunlah, Clarissa!" bibirnya bergerak-gerak, matanya nyalang menatap, "Aku mohon, bangunlah! Jangan pergi, Clarissa. Jangan pergi!"
Dan, si wanita tua pun tetap diam.
"Clarissa, jangan pergi! Clarissa!
"Oh, Tuhan, kenapa Kau perlakukan aku seperti ini?! Kaubuat aku abadi hanya agar aku bisa merasakan semua ini?! Kauambili satu per satu wanita yang kucintai. Kau biarkan aku hanya bisa diam saat mereka mati. Ambil kembali! Ambil kembali kutukan-Mu ini! Ambil kembali! Aku tak ingin abadi!"

You Might Also Like

0 comments

Entri Populer

Formulir Kontak