Meteor Minggu 9

Kamisan S1 #09 - Meteor: Lelaki yang Puisi

15.07Unknown

: I Made Dwi Kusuma Wijaya

Selamat pagi, lelaki yang puisi

Pukul empat di kotaku, pukul lima di Tabananmu yang sepi
Sudah bersiapkah kau menganyam mantra gayatri mengirim vibrasinya sampai ke sini?

Kau lelaki yang puisi,
Suaramu dan lekuk di sudut-sudut wajahmu kala senyum bertandang
Ada yang jatuh lebih lesat
Ada pijar yang demikian langsat
: gemintang jatuh di dadaku

Hei, lelaki yang puisi!
Kau yang terus menerus menyesap sepi: perih
Tahukah kau ada yang bertumbuh di sini?
Rindu yang lebih jarak dari Jakarta – Bali

07:16
16/11/2013
*tersebab sebuah foto
hadir tanpa tendensi apa-apa
Pembacaan puisi ini bisa didengar di : Lelaki yang Puisi

You Might Also Like

0 comments

Entri Populer

Formulir Kontak